INDUKSI
ELEKTROMAGNET
Kata pengantar
Fisika, yap itulah namanya, salah satu pelajaran yang terkenal susahh buangett :v,dengan kehadiran blog ini, yang insyaalah akan membantu agan dalam memecahkan pelajaran ini, sekian dulu ya sob. Selamat membaca, semoga blog ini sangan berguna bagi agan-agan dan sista-sista.dan kami ucap kan terima kasih
Pendahuluan
sebelumnya kalo agan pingin ngedenger lagu dari blog ini,tinggal klik play di pojok kiri atas(baner warna merah)
Pada saat ini energi listrik banyak diperlukan manusia untuk membantu usahanya. Dari begitu besarnya daya listrik yang diperlukan manusia tersebut hanya sebagian kecil yang dihasilkan oleh energi kimia, yaitu perubahan energi kimia menjadi energi listrik, sebagian besar dihasilkan dengan cara lain, yaitu yang disebut elektromaknetik.
sebelumnya kalo agan pingin ngedenger lagu dari blog ini,tinggal klik play di pojok kiri atas(baner warna merah)
Pada saat ini energi listrik banyak diperlukan manusia untuk membantu usahanya. Dari begitu besarnya daya listrik yang diperlukan manusia tersebut hanya sebagian kecil yang dihasilkan oleh energi kimia, yaitu perubahan energi kimia menjadi energi listrik, sebagian besar dihasilkan dengan cara lain, yaitu yang disebut elektromaknetik.
Induksi elektromagnetik adalah sebuah proses
pembuatan arus listrik dengan cara mendekatkan sumber listrik pada sebuah
magnet.
Induksi elektromagnetik pertama kali diteliti oleh Michael Faraday (Inggris) dan Joseph Henry (Ameika). Dari percobaan
yang dilakukan secara terpisah pada tahun 1831 oleh 2 ilmuwan tersebut, diperoleh
kesimpulan bahwa arus listrik dapat dimunculkan oleh sebuah magnet dengan cara
menggerakkan-gerakkan sebuah kawat pada medan magnetnya atau dengan cara
memasukkan dan mengeluarkan magnet ke dalam suatu kumparan kawat. Perhatikan
gambar di bawah ini.
Dengan menggunakan alat seperti pada
gambar di atas, Faraday mulai malakukan percobaannya untuk mengamati induksi
elektomagnetik. Sebelum magnet digerakkan, ia tidak melihat adanya arus yang
mempengaruhi amperameter.
Kemudian ia menggerakkan magnetnya
dan jarum amperameter pun mulai bergerak. Berdasarkan peristiwa ini ia
manyimpulkan bahwa gerakan magnet yang
dilakukan telah menghasilkan arus yang arahnya bergantung pada arah gerakan
magnet.
Setelah itu, Faraday menukar benda yang
digerakkann. Ia mencoba menggerakkan kawat melingkar dan memegang sebuah magnet
di tengah-tengah lingkaran tersebut. Pada percobaan ini pun Faraday menemukan bahwa arus kembali diinduksi karena jarum
ampeameter bergerak.
Ketika
arus dihasilkan, maka saat itu akan terdapat beda potensial atau tegangan
antara ujung-ujung kumpaan yang diinduksi. Tegangan yang demikian disebut
dengan tegangan induksi. Dalam percobaan Faraday, ia menemukan bahwa besarnya
tegangan induksi ini bergantung pada tiga faktor berikut.
a)
Jumlah lilitan
kumparan. Makin banyak lilitan kumparan, makin besar tegangan induksi yang
dihasilkan.
b)
Keceptan gerakan
magnet. Makin cepat gerakan magnet, makin besarpula tegangan induksi yang
dihasilkan.
c)
Jumlah garis gaya
magnet. Makin banyak garis gaya magnet, makin besar tegangan induksi yang
dihasilkan.
Jika magnet pada kumparan tersebut terus
digerakkan, maka arus yang melewati kumparan akan berubah-ubah arah sesuai
dengan gerakan magnetnya. Arus yang demikian disebut dengan arus bolak-balik (AC = Altenating Curent). Beberapa alat yang menggunakan prinsip kerja hasil percobaan Faraday, di antaranya generator dan
transfator.
Berikut cara
menumbulkan ggl induksi.
3.
Menggerakan magnet,
mendekati atau menjauhi kumparan.
Selama magnet batang
digerakkan mendekati atau menjauhi kumparan, maka pada kumparan timbul arus
listrik.
a.
Memutar magnet di
dekat kumparan.
Selama magnet berputar
di dekat kumparan pada kumparan timbul arus listrik. Prinsip ini digunakan
dalam dinamo sepeda. Perhatikan gambar di bawah ini!
c.
Memutus-mutus kumparan
primer untuk menginduksi kumparan sekunder.
Selama saklar S pada kumparan primer dibuka,
ditutup pada kumparan sekunder timbul arus listrik. Prinsip ini digunakan pada
transformator.
Faraday menyimpulkan
bahwa besar ggl induksi yang ditimbulkan sebanding dengan perubahan garis gaya
magnet dan jumlah lilitan serta berbanding terbalik dengan waktu. Sebagai
contoh, jika perubahan jumlah garis gaya yang melalui suatu kumparan dalam
waktu adalah dan jumlah
lilitan kawat pada kumparan adalah N maka ggl induksi yang timbul antara kedua
ujung kumparan dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Generator
Generator adalah alat yang dapat merubah energi gerak menjadi
energy listrik. Di bawah ini adalah bagian generator.
a.
Generator DC
Pada generator D.C
hanya terdapat 1 buah kolektor dan terbelah, yang disebut komutator.
Prinsip Kerja Generator
Selama kumparan berputar diantara megnet
permanen, maka pada kumparan timbul arus listrik. Karena pada generator DC
hanya mempunyai 1 buah kolektor dan terbelah, maka pada rangkaian luar arus
listrik terjadi hanya pada setengah fase,
b.Generator AC
Pada generator AC
terdapat 2 buah kolektor dan masing –masing tidak terbelah.
Prinsip kerja generator
Selama kumparan berputar
di antara magnet permanen, pada kumparan timbul arus listrik. Karena pada
generator AC terdapat dua buah kolektor dan tidak terbelah, maka pada rangkain
luar arus listrik dapat tiap fase.
Perbedaan antara generator AC dan generator DC hanya
terletak pada jumlah dan bentuk cincinnya. Generator AC memiliki dua buah
cincin luncur atau cincin geser. Adapun generator DC memiliki sebuah cincin
belah (komutator). Generator AC dapat di ubah menjadi generato DC, demikian
pula sebaliknya. Caranya sebagai berikut.
a.
Agar generator AC
dapat diubah menjadi generator DC maka dua buah cincin luncurnya diganti
dengan sebuah cicin belah (komulator).
b.
Agar generator DC
dapat diubah menjadi generator AC maka cincin belahnya diganti dengan dua buah
cincin luncur atau cincin geser.
2. Induktor
Untuk menimbulkan percika bunga api
listrik di antara elekroda busi pada kendaraan bermotor diperlukan teganga yag
tinggi. Adapun sumber tegangan pada kendaraan berupa aki yang selain merupakan
sumber tegangan DC juga nilai tegangannya 6 volt atau 12 volt. Untuk dapat
menaikkan tegangan diperlukan alat yang disebut inductor.
Induktor pertama kali di ciptakan oleh
Ruhmkorf sehingga dikenal dengan inductor Ruhmkorf. Di bawah ini merupakan
bagian dari inductor.
Pada
inductor kumparan primer terbuat dari kawat besar dengan jumlah lilitan sedikit
dan kumparan skunder terbuat dari kawat kecil dengan jumlah lilitan banyak.
Prinsip kerja inductor
Pada saat alur listrik mengalir melalui
kumparan primer, inti besi lunak menjadi magnet dan menarik plat besi CH.
Karena plat besi CH ditarik oleh magnet inti besi lunak maka merenggang dari
interuptor A sehingga arus listrik berhenti
mengalir. Karena arus listrik berhenti mengalir, maka inti besi lunak
menjadi tidak bersifat sebagai magnet sehingga plat besi CH kembali ke posisi
semula, yaitu menempel pada interuptor dan arus listrik mengalir lagi pada
kumparan primer.
Dengan posis plat vesi CH yang menempel
dan merenggang pada interuptor mengakibat kan arus listrik yang mengalir pada
kumparan sekunder. Dengan demikian pada kumparan skunder timbul GGL yang
berfungsi sebagai senber tegangan AC. Pada kendaraan bermotor, interuptor
disebut dengan platina dan kumparan disebut dengan coil.
c.
transformator
Selain generator, prinsip induksi elektromagnetik digunakan
dalam transformator atau trafo. Transformator
adalah alat yang digunakan untuk mengubah
tegangan. Transformator yang mengubah tegangan rendah menjadi tegangan
tinggi disebut transformator step up, sedangkan yang bekerja sebaliknya
yaitu mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah disebut
transformator step down.
Alat ini mempunyai inti besi yang tak berujung pangkal dan
terdiri dari beberapa lapis tipis yang disekat satu sama lain. Pada inti besi
terdapat 2 kumparan. Kumparan yang dihubungkan dengan arus yang hendak diubah
tegangannya disebut kumparan primer,
sedangkan kumparan yang dihubungkan dengan tegangan baru disebut kumparan sekunder.
Ada 2 jenis trafo, yaitu trafo step up dan step down
Transformator
step-up adalah jenis transformator yang berfungsi untuk
menaikkan tegangan induksi. Pada transformator ini, jumlah lilitan pada
kumparan primer lebih sedikit daripada jumlah lilitan kumparan sekunder (ingat
bahwa tegangan induksi sebanding dengan jumlah lilitan) sehingga arus listrik
yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan lebih besar daripada arus pada
kumparan primer. Dengan demikian, tegangan induksi pun akan naik. Trasformator
ini digunakan pada televise untuk menaikkan tegangan 220 V menjadi 22.000 V.
Dari uraian di atas, trafo step up memiliki ciri-ciri :
1)
Jumlah kumparan primer
lebih sedikit daripada kumparan sekunder (Np < Ns)
2) Tegangan primer lebih kecil daripada tegangan sekunder (Vp
< Vs), dan
3) Kuat arus primer lebih besar daripada kuat arus sekunder (Ip
> Is)
Transformator
step-down adalah jenis transformator yang berfungsi untuk
menurunkan tegangan induksi. Sesuai tujuannya, jumlah lilitan kumparan
sekunder pada transformator ini dibuat lebih sedikit daripada kumlah lilitan
pada kumparan primer. Transformator ini banyak digunakan pada radio, tape recorder, dan komputer.
Secara bersamaan, kedua transformator ini digunakan pada
penyaluran listrik dari pembangkit listrik menuju pelanggan. Pembangkit listrik
yang biasanya terletak cukup jauh dari tempat pelanggan dapat kehilangan energy
yang cukup banyak pada proses penyalurannya. Faktor utama penyebabnya adalah
tegangan dan arus yang dihasilkan generator relatif kecil. Untuk itu, dalam
jarak yang cukup dekat dari sumber pembangkit listrik, digunakan transformator step-up sehingga tegangan akan membesar
dan energi yang hilang selama penyaluran listrik akan lebih kecil. Sebelum
sampai ke pelanggan, tegangan tinggi yang berbahaya ini kemudian diturunkan
lagi menggunakan transformator step-down yang
biasa tersimpan pada tiang listrik di dekat rumah pelanggan. Selain dapat
meminimalisir kehilangan energi, pemanfaatan transformator ini pun berfungsi
untuk menjaga keamanan dan keselamatan pelanggan dari bahaya tegangan tinggi.
Dari uraian di atas, trafo step down memiliki ciri-ciri:
1)
Jumlah kumparan primer
lebih banyak daripada kumparan sekunder ( Np > Ns)
2)
Tegangan primer lebih
besar daripada tegangan sekunder (Vp > Vs), dan
3)
Kuat arus primer lebih
kecil daripada kuat arus sekunder (Ip<Is).
2. Hubungan Antara Tegangan (V), Jumlah
Kumparan (N), dan Kuat Arus ( I )
Hubungan antara tegangan, jumlah lilitan, dan kuat arus
dapat ditentukan dengan menganggap tidak ada energi yang dihasilkan oleh trafo
yang hilang menjadi kalor ( panas ). Trafo yang demikian disebut trafo ideal. Pada trafo, semakin banyak
jumlah lilitan kumparan, semakin tinggi tegangan yang dihasilkan. Adapun kuat
arus berbanding terbalik dengan tegangan.
Hubungan antara tegangan, jumlah lilitan kumparan, dan kuat
arus dinyatakan dalam persamaan berikut.
keterangan :
Np : jumlah
lilitan kumparan primer
Vp :
tegangan primer ( volt )
Vs : tegangan sekunder (volt)
Ip : kuat arus listrik (ampere)
Is : kuat arus listrik (ampere)
Ketika kita menggunakan transformator, kita akan merasakan
panas di sekitar transformator tersebut. Panas
yang timbul pada transformator ini merupakan energi yang dihasilkan oleh inti
besi dan kumparan yang telah mengubah sebagian energi listrik uang dihasilkan
kumparan primer ketika dipindahkan ke kumparan sekunder akan berkurang. Kondisi
ini merugikan karena telah mengurangi hasil kerja transformator tersebut.
Kerugian ini dapat dihitung dari selisih daya pada kumparan primer dengan
kumparan sekunder. Persentase dari perbandingan daya pada kumparan sekunder
akan kumparan primer disebut sebagai efisiensi transformator (, dirumuskan :
Keterangan :
Ƞ : efisiensi trafo
Ws : daya
output (watt)
Wp : daya input (watt)
Dalam kehidupan sehari hari, efisinsi trafo tidak pernah
mencapai 100%. Hal tersebut dikarenakan oleh faktor faktor berikut.
a.
Adanya hambatan pada
kumparan
b. Gulungan kumparan tidak rapi
c.
Kebocoran medan magnet
Meskipun efisiensi trafo tidak pernah 100%, efisiensi suatu
trafo dapat diperbesar dengan cara-cara berikut.
a.
Inti trafo dibuat
berbentuk pelat atau lempeng
b. Diberi bahan pendingin atau pelumas
c. Mengalirkan udara dingin dengan menggunakan kipas angin atau
AC
D.Pengunaan
Transformator dalam Transmisi Listrik
Untuk transmisi daya listrik dari sumber tegangan jarak jauh, maka tegangan baku dinaikkan dengan menggunakan trafo step-up. Apabila akan sampai ke rumah-rumah, tegangan diturunkan lagi dengan trafo step-down.
Untuk transmisi daya listrik dari sumber tegangan jarak jauh, maka tegangan baku dinaikkan dengan menggunakan trafo step-up. Apabila akan sampai ke rumah-rumah, tegangan diturunkan lagi dengan trafo step-down.
Ada dua cara untuk mentransmisikan energy listrik jarak jauh,sebagai
berikut.
1. Sebelum Ditransmisikan
Tegangan dibuat tinggi dengan cara menaikkan tegangan
menggunakan trafo step-up. Dengan
menaikkan tegangan ini, maka kuat arus listrik yang mengalir menjadi kecil,
sehingga kawat yang dipakai kecil dan biayanya murah.
Keuntungan sistem transmisi dengan tegangan tinggi sebagai
berikut.
a. Energi yang hilang di perjalanan kecil.
b. Kabel yang dipakai tidak terlalu besar sehingga biayanya lebih murah.
c. Kawat ringan akibatnya memudahkan mengangkat.
Kerugiannya sebagai berikut.
a. Energi yang hilang di perjalanan kecil.
b. Kabel yang dipakai tidak terlalu besar sehingga biayanya lebih murah.
c. Kawat ringan akibatnya memudahkan mengangkat.
Kerugiannya sebagai berikut.
a. Kabel tegangan
tinggi harus ditempatkan pada tiang-tiang listrik yang tinggi.
b. Kabel harus dilewatkan pada daerah yang
jarang penduduknya.
2. Setelah Sampai ke Rumah-Rumah
Tegangan dibuat rendah dengan menggunakan trafo step-down agar arus menjadi tinggi. Keuntungan system ini adalah dapat mengurangi tingkat bahaya keselamatan warga pemakai. Kerugiannya sebagai berikut.
a. Karena tegangan tinggi, maka arus menjadi besar sehingga harus menggunakan penghantar(kabel) yang besar.
b. Energi yang hilang juga besar berubah menjai panas (W=I x I x R x t).
Dengan memerhatikan keuntungan dan kerugian kedua system ini, maka untuk mentransmisikan energi jarak jauh umumnya dibuat tegangan tinggi menggunakan transformator step-up.
Kalo agan-agan dan sista-sista kurang faham dengan penjelasan postingan di atas, nih mimin kasi video penjelasannya ;)
Tegangan dibuat rendah dengan menggunakan trafo step-down agar arus menjadi tinggi. Keuntungan system ini adalah dapat mengurangi tingkat bahaya keselamatan warga pemakai. Kerugiannya sebagai berikut.
a. Karena tegangan tinggi, maka arus menjadi besar sehingga harus menggunakan penghantar(kabel) yang besar.
b. Energi yang hilang juga besar berubah menjai panas (W=I x I x R x t).
Dengan memerhatikan keuntungan dan kerugian kedua system ini, maka untuk mentransmisikan energi jarak jauh umumnya dibuat tegangan tinggi menggunakan transformator step-up.
Kalo agan-agan dan sista-sista kurang faham dengan penjelasan postingan di atas, nih mimin kasi video penjelasannya ;)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)






Hard Rock Hotel & Casino Philadelphia, PA - Mapyro
BalasHapusFind and 강원도 출장마사지 compare Hard Rock Hotel 인천광역 출장샵 & Casino 광양 출장안마 Philadelphia, PA casinos, 동해 출장샵 promo 계룡 출장샵 codes, gaming floor maps, restaurants, Hard Rock Hotel & Casino Philadelphia, PA.